Aryashfa's Blog
Another Blog Experience

PROSEDUR BERKARYA MUSIK

  1. PENGETAHUAN DASAR BERMAIN MUSIK

    Musik adalah ungkapan perasaan yang dituangkan dalam bentuk bunyi-bunyian. Musik digolongkan menjadi 2, yaitu : musik vokal dan musik instrumental. Musik vokal adalah musik yang pengungkapannya menggunakan suara manusia, sedangkan musik instrumental adalah musik yang pengungkapannya menggunakan alat musik. Musik yang baik adalah musik yang memenuhi beberapa unsur, antara lain : melodi, ritme, dan harmoni. Lagu adalah hasil karya musik yang berupa rangkaian nada-nada yang dinyanyikan menurut pola dan bentuk tertentu.

    Pembuatan lagu tidak hanya mengandalkan bakat. Bakat, apabila tidak mendapat dukungan, kesempatan dan pengetahuan yang luas tentang bermusik, tidak akan berkembang dengan baik. Untuk menghasilkan karya musik dengan baik, syarat yang harus dimiliki seorang komponis antara lain sebagai berikut :

    1. Bakat ( kemampuan dasar yang dimiliki seseorang sejak lahir)
    2. Pengetahuan Musik ( meliputi teori dasar musik )
    3. Pengetahuan Bahasa ( untuk menghasilkan syair lagu yang baik )

       

  2. PEMBUATAN KARYA MUSIK

    Dalam membuat karya musik, ada 2 hal yang bisa dilakukan, yaitu membuat lagu dan membuat aransemen. Membuat lagu baru yang orisinal, atau membuat aransemen baru dari lagu yang sudah ada sebelumnya, dengan tujuan membuat lagu tersebut lebih indah.

    Di dalam berkarya musik, khususnya mengarang lagu, tidak hanya menyusun nada menjadi melodi, kemudian memberi syair di bawahnya. Agar tujuan mengarang lagu dapat tercapai dengan baik, langkah-langkah yang perlu dilakukan antara lain :

    1. Menentukan Tema Lagu

      Tema lagu adalah lagu pokok yang menjadi landasan pengembangan lagu atau serangkaian melodi atau kalimat lagu yang merupakan elemen utama dalam konstruksi sebuah komposisi. Tema dapat diambil dari kejadian sehari-hari, seperti pengalaman hidup, cerita rakyat, kepahlawanan, cinta, dan keagamaan. Dari tema lagu tersebut, kita dapat menyusun kalimat yang akan kita sesuaikan dengan melodi.

    2. Menentukan bentuk komposisi lagu

      Komposisi adalah rangkaian nada untuk membuat suatu simponi atau rangkaian unsur-unsur pokok, yaitu : melodi, ritme, dan harmoni, yang digunakan dalam membuat sebuah lagu yang baik. Dalam membuat komposisi musik, diperlukan beberapa proses, diantaranya :

      1. Menyusun nada menjadi melodi
      2. Menyusun nada menjadi harmoni yang baik
      3. Menyusun melodi dan harmoni
      4. Menyusun frase menjadi kalimat lagu yang baik
      5. Menyusun gerakan musik yang sesuai dengan bentuk komposisi yang diinginkan.

      Bentuk-bentuk komposisi dapat dibedakan sebagai berikut :

      1. Bentuk binair sederhana (AA’ dan AB )
      2. Bentuk ternair ( ABA, ABC, dan AA’B )
      3. Bentuk variasi bebas
    3. Menentukan Tangga Nada

      Menentukan tangga nada erat hubungannya dengan karakter lagu yang akan kita buat. Misalnya, kita menghendaki karakter lagu yang optimis, mantap, riang, dan ceria, maka kita menggunakan tangga nada diatonis mayor. Sedangkan tangga nada diatonis minor mempunyai karakter sedih, sendu, terharu, dan pesimis.

    4. Menentukan Ambitus Suara

      Ambitus yaitu kemampuan seorang penyanyi untuk menjangkau wilayah nada dari yang terendah sampai tertinggi. Dalam pembuatan karya, kita harus mengetahui ambitus suara agar menghasilkan karakter yang diinginkan.

      Suara manusia terbagi menjadi suara pria, wanita, dan anak-anak. Suara pria terbagi menjadi : tenor (tinggi), bariton (sedang), dan bas (rendah). Suara wanita terbagi menjadi : sopran (tinggi), meso sopran (sedang), dan alto (rendah). Dan suara anak-anak terbagi menjadi tinggi dan rendah.

      Ukuran ambitus suara bukan perbandingan umur, tetapi dilihat dari kemampuan seseorang untuk menjangkau tinggi rendahnya nada. Ambitus suara yang lebih tinggi dapat kita capai dengan jalan latihan vokal secara kontinyu dan teratur.

    5. Menentukan Metrum atau Irama

      Pemilihan metrum atau irama lagu juga akan mempengaruhi pemakaian tempo yang sesuai. Misalnya, lagu yang bertanda birama 2/4 menggunakan irama mars dengan tanda temponya tempo dimarcia (secepat orang berbaris)

    6. Menyusun Melodi dan Membuat Syair Lagu

    Setiap pengarang lagu dalam menyusun melodi atau membuat syair lagu memiliki cara yang berbeda, namun tidak boleh berdiri sendiri, apalagi bertentangan. Kedua faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh.

    Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun sebuah melodi adalah sebagai berikut.

    1) Struktur Melodi

    Sebelum menyusun melodi, sebaiknya menentukan bentuk komposisi lagu terlebih dahulu. Struktur melodi terdiri atas suatu rangkaian
    periode yang disusun dari beberapa frase. Satu frase melodi terbentuk
    dari dua motif yang melukiskan watak atau jiwa lagu yang akan tercipta.

    2) Gerakan Melodi

    Gerak melodi ditentukan oleh irama, sedangkan cara bergerak atau
    jalan melodi dipengaruhi oleh interval.

    Dalam pengetahuan musik, terdapat empat macam gerak melodi, yaitu sebagai berikut.:

    a) Gerak melodi rata atau mendatar melukiskan suasana tenang.

    b) Gerak melodi naik melukiskan suasana penuh dinamis.

    c) Gerak melodi turun melukiskan suasana damai dan keragu-raguan.

d) Gerak melodi turun dan naik melukiskan suasana yang berubah-ubah, kadang senang, lalu sedih, atau sebaliknya.

Belum Ada Tanggapan to “”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: